Kepintaran tidak dimiliki oleh semua orang. Tetapi kepintaran bisa dimiliki
jika kita mau berusaha. Orang beranggapan, kalau orang pintar itu lebih unggul
dari yang lain. Sebenarnya itu salah... orang yang pintar itu sebenarnya pada
awalnya bodoh. Dan pintar juga tidak langsung didapatkan begitu saja. Dia perlu
melalui suatu proses yang panjang yang disebut belajar.
Ilmu
pengetahuan sangatlah luas. Setiap saat ilmu pengetahuan terus berkembang.
Hingga sampai saat ini, ilmu yang sudah ditemukan terus dikembangkan dan ilmu
yang baru terus ditemukan. Ilmu juga merupakan sebuah proses. Untuk dapat
belajar ilmu atau menemukan penemuan yang baru, kita harus belajar dari yang
ilmu lebih mendasar. Sebagai contoh: Untuk dapat belajar Aljabar, kita harus
sudah belajar penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar, pangkat,
dan lain sebagainya. Jika belum bisa menguasai ilmu yang lebih mendasar, maka
kita akan kesulitan untuk mempelajarinya.
Setiap manusia
diciptakan berbeda-beda. Setiap orang pastilah mempunyai kekurangan dan
kelibihannya masing-masing. Kebanyakan orang yang telah menemukan kekurangan
dan kelebihannya, pasti akan lebih menonjolkan kelebihannya dan akan menutupi
kekurangannya. Dia akan terus menerus belajar untuk menonjolkan kelebihannya
dan tidak melakukan apa yang tidak bisa dia lakukan. Sehingga dia bisa
dikategorikan sebagai orang yang pintar dalam kelebihan yang dia miliki.
Pintar dalam
kelebihan yang dimilki memang membanggakan. Tetapi jika pintar dalam berbagai
kelebihan, sudah pasti lebih membanggakan lagi. Semua sekolah biasanya
mengajarkan berbagai jenis mata pelajaran. Bila sudah pintar di berbagai mata
pelajaran, tidak diragukan lagi kamu bisa mendapat ranking 1 dikelas, bahkan
menjadi yang terbaik di sekolah kamu dan mendapatkan prestasi yang gemilang.
Sebenarnya banyak
manfaatnya jika menjadi pintar di berbagai mata pelajaran. Lalu bagaimana agar
menjadi pintar di berbagai mata pelajaran? Apakah perlu giat belajar agar
menjadi pintar di berbagai mata pelajaran?
1. Niat yang kuat.
Niat merupakan
hal yang paling penting jika ingin melakukan sesuatu. Jika kamu hanya melakukan
cara-cara agar pintar di berbagai mata pelajaran saja, tetapi tidak didasari
dengan niat yang kuat, pasti hasilnya tidak akan optimal. Untuk itu, tanamkan
niat yang kuat dalam diri kamu untuk bisa pintar di berbagai mata pelajaran.
2. Tentukan belahan otak yang lebih dominan.
Menentukan
belahan otak? Ya.... ini merupakan hal yang perlu kamu ketahui. Setiap belahan
otak memiliki fungsi dan manfaat masing-masing. Jika salah satu otak kita ada
yang lebih dominan, sudah pasti kita akan lebih bisa menguasai mata pelajaran
yang di dominasi oleh otak kita. Kalau masih bingung, ini I’am ada penjelasannya:
Otak kiri
berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan
logika. Merupakan pusat otak yang dominan untuk berbahasa lisan dan tulisan.
Berperan dalam proses berpikir yang logis, analitis, linier dan bertindak yang
rasional. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (Short Term Memory). Bila
terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi
berbicara, berbahasa dan matematika. Orang yang dominan di belahan otak ini
biasanya jarang berbicara (kalau berbicara langsung pada intinya), memecahkan
masalah dengan logika, pendiam, berpikir jangka panjang (memikirkan secara urut
apa yang akan terjadi), unggul dalam urusan hitung-menghitung. Mata pelajaran
yang di dominasi oleh otak kiri yaitu: Matematika, IPA (Biologi, Fisika,
Kimia), Bahasa.
Otak kanan
berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi,
musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (Long Term Memory).
Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor
otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi. Orang
yang dominan di belahan otak ini biasanya banyak berbicara (terkadang suka
membicarakan hal yang tidak penting), memecahkan masalah terlebih dahulu menggunakan
emosi, mudah marah, berpikir jangka pendek (cepat memutuskan keputusan),
kreativitasnya tinggi. Mata pelajaran yang di dominasi oleh otak kanan yaitu:
IPS (Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Geografi), Seni, Musik.
Sekarang sudah jelas bahwa kelebihan orang juga dapat diketahui melalui fungsi otak. Bagaimana cara mengetahui belahan otak mana yang lebih dominan? Tentu caranya sangatlah mudah. Berikut cara mengetahuinya:
Sekarang sudah jelas bahwa kelebihan orang juga dapat diketahui melalui fungsi otak. Bagaimana cara mengetahui belahan otak mana yang lebih dominan? Tentu caranya sangatlah mudah. Berikut cara mengetahuinya:
Caranya mudah
kan? Hanya kebalikannya saja. Nah... sekarang kamu sudah tahu kamu lebih dominan
belahan otak mana. Itu artinya kamu juga pasti tahu pelajaran apa yang lebih
kamu kuasai dan pelajaran apa yang kurang kamu kuasai.
3. Ubah kekurangan menjadi salah satu kelebihan.
Mengubah
kekurangan menjadi salah satu kelebihan sangat diperlukan agar bisa menguasai
bermacam-macam mata pelajaran. Jika kamu sudah hebat di suatu mata pelajaran,
maka jangan biarkan kamu tidak bisa di mata pelajaran yang lain. Kamu harus
melakukan berbagai cara agar bisa menguasai mata pelajaran yang kurang dikuasai.
Berikut cara-caranya:
a. Cari teman yang bisa menguasai mata pelajaran yang kamu kurang kuasai.
Pertemanan ini yang biasanya merubah kepribadian kita.
Jika salah mencari teman, bisa-bisa bukannya kamu menjadi pintar, malah menjadi
ikutan bodoh. Pasti yang rugi adalah kamu juga. Untuk itu, ada beberapa cara
untuk mencari teman yang pintar dan mau berbagi pengetahuan dengan kita:
=> Lihat tingkah lakunya. Bila kamu sedang di dalam
kelas dan sedang ada jam kosong, lebih baik kamu diam saja di bangku kamu dan perhatikan
satu-satu teman kamu. Teman yang pintar biasanya lebih jarang bicara
dibandingkan teman yang lain.
=> Biasanya mencari yang pendiam saja belum cukup,
kadang teman yang pendiam itu memang karena dia lebih dominan belahan otak
kiri, tetapi belum tentu semuanya pintar. Untuk mengetahuinya, coba kamu tanya
satu persatu teman kamu yang pendiam tentang pelajaran yang kurang kamu kuasai.
Bila teman kamu tahu jawabannya, berarti dia termasuk pintar. Tetapi kadang ada
teman yang bisa menjawab tulisan, tetapi susah menjelaskan lewat kata-kata.
Nah, berati dia juga termasuk pintar.
=> Sebenarnya ada beberapa juga orang yang lebih
dominan otak kanan, tetapi dia pintar. Nah, kalau yang seperti ini biasanya
pintar di pelajaran yang di dominasi oleh otak kanan. Untuk mengetahui apakah
teman yang dominan otak kanan pintar atau tidak, ini sedikit lebih sulit dan
membutuhkan waktu yang lama. Biasanya teman yang lebih dominan otak kanan, dia
lebih berani, kreatif, dan pintar berbicara. Jika saat diskusi kelompok, lalu
dia yang memimpin pembicaraan dan suka menyampaikan pendapat, berarti dia
pintar. Dan perhatikan juga nilai ulangannya. Bila bagus pada pelajaran yang
didominasi oleh otak kanan, berarti dia memang lebih dominan otak kanan dan dia
termasuk teman yang pintar.
=> Perhatikan nilai teman kamu pada saat ulangan.
Biasanya faktor nilai ulangan menandakan kepintaran seseorang. Nah, kalau teman
kamu ada yang mendapat nilai bagus di salah satu mata pelajaran yang kamu
kurang kuasai, dekati dia. Tanya mengapa dia bisa menjawab sehingga mendapat
nilai bagus. Jangan malu bertanya bila memang dia bisa menjawabnya.
=> Gunakan feeling kamu untuk menetapkan dia teman
yang baik atau tidak. Jika dia pintar, tetapi sombong dan egois. Beh...
mendingan jauhin aja. Tetapi sebaiknya kita jangan memilih-milih teman. Untuk
menghadapi teman yang seperti itu, lebih baik kamu berteman saja seperti biasa,
tetapi saat sombong dan egoisnya kambuh, mendingan kamu ngalah aja sama dia.
Daripada kamu tidak bisa mendapat pengetahuan dari dia.
=> Perlakukan dia seperti best friend. Jika kamu
sudah dekat sama dia, dijamin kamu mau bertanya apapun yang dia bisa, pasti dia
akan menjelaskannya dengan senang hati. Tetapi kalau dia tidak tahu jawabannya,
maklumkan saja lah. Namanya juga manusia yang pengetahuannya sangat sedikit.
b. Dekati guru mata pelajaran.
Dengan
mendekati guru mata pelajaran yang kurang kamu kuasai, kamu bisa menanyakan
apapun yang berhubungan dengan pelajaran yang kurang kamu kuasai. Akrabkanlah
kamu dengan guru tersebut. Tetapi jika gurunya GALAK alias KILLER, waahh... ini
urusannya agak sulit. Tetapi segalak-galaknya guru, masih ada sisi kelembutan
darinya. Guru akan menjadi marah, kalau ada suatu hal yang membuat dia marah.
Bukan berarti guru itu marah setiap saat. Namun jika kita mendekatinya dengan
cara yang baik, sopan santun, dan lembut, maka guru yang GALAK sekalipun bisa
kamu taklukan. Wuih... :)
c. Jadikan teman yang pintar sebagai motivasi diri.
Jadikan teman
kamu yang lebih pintar di mata pelajaran yang kamu kurang kuasai sebgai
motivasi kamu agar berusaha menjadi lebih pintar dari dia. Kalau di kelas kamu
ada yang mendapat ranking 1, kamu harus dekati dia. Agar dia mau berbagi ilmu
dengan kamu. Dan jadikan dia sebagai motivasi kamu. Walaupun dia teman kamu,
tetapi bersaing untuk mendapat ranking 1 kan tidak apa-apa. Hehehe.... :)
4. Kurangi membicarakan hal yang tidak penting.
Mengurangi
bicara sangat diperlukan agar pelajaran yang dijelaskan bisa masuk kedalam
otak. Tertutama saat guru menerangkan pelajaran di kelas. Bila kita berbicara
dengan teman kita pada saat guru sedang menjelaskan, + 80% pelajaran yang baru
saja diterangkan guru pasti tidak mengerti. Dan sisanya yang masuk ke dalam
otak, hanya suara guru yang terdengar pada saat kita berhenti berbicara dan mencari
obrolan yang baru.
5. Belajar dengan sungguh-sungguh dan tingkatkan semangat belajar.
Belajar untuk
beberapa orang sepertinya sangat sulit untuk dilakukan. Ada saja godaannya agar
tidak belajar. Ada yang belajar, tetapi pelajaran yang dipelajari tidak masuk
ke otak. Yang seperti itu biasanya tidak belajar dengan sungguh-sungguh. Agar
bisa belajar dengan sungguh-sungguh, bisa atasi dengan:
a. Belajar
dengan posisi yang enak.
b. Usahakan
belajar di tempat yang sepi.
c. Belajar yang
baik dilakukan di pagi hari.
d. Menghindar
dari benda yang bisa mengganggu pikiran. Misalnya TV.
e. Fokus kepada
pelajaran yang dipelajari.
Tingkat
semangat belajar selain berpengaruh dari diri sendiri, tetapi juga dipengaruhi
lingkungan dan orang lain. Jika kamu belajar di kelas yang ramai, kumuh, dan
tidak nyaman, pasti kamu tidak akan ingin belajar di kelas tersebut, dan
semangat belajar kamu juga akan menurun. Ini menandakan bahwa semangat belajar
dipengaruhi lingkungan tempat kamu belajar. Untuk mengatasi masalah ini, kamu
perlu mengajak teman-teman kamu untuk menciptakan ruang kelas yang nyaman
dengan saling bekerja sama. Jadi, yang merasakan belajar nyaman bukan kamu
saja, teman-teman kamu juga akan merasa nyaman.
Jika ada salah
satu guru kamu cara mengajarnya tidak menyenangkan, membingungkan, dan
datangnya hanya memberi tugas tanpa mengajar, pasti kamu juga akan malas untuk
belajar pelajaran yang diajarkan guru tersebut. Akibatnyanya semangat belajar
kamu menjadi menurun. Untuk mengatasi guru yang seperti ini cukup sulit, karena
memang setiap guru mempunyai sifat yang berbeda. Jadi jika kamu merasa tidak
nyaman diajar olehnya, kamu bisa belajar dengan guru lain yang menurut kamu
nyaman. Kamu bisa belajar dengannya di ruang guru pada waktu istirahat.
6. Tingkatkan rasa keingintahuan.
Rasa
keingintahuan dapat meningkatkan wawasan kita. Misalnya, pada saat kamu dan
teman-teman kamu diajarakan pelajaran sejarah dikelas. Kamu dan teman-teman
kamu pasti akan mendapatkan ilmu yang sama dari guru sejarah. Tetapi jika dari
ilmu yang telah disampaikan oleh guru sejarah tersebut kamu gali lagi dengan
rasa keingintahuan, pasti kamu akan lebih memahami pelajaran sejarah tersebut
dibandingkan teman-temanmu. Meskipun misalnya kamu tidak suka pelajaran
sejarah, tetapi dengan rasa keingintahuan, pelajaran sejarah tersebut bisa
membuat kamu ingin terus belajar sejarah.
7. Duduk diam di kelas.
Duduk diam
dikelas sebenarnya banyak manfaatnya. Dengan diam, kita bisa mengingat kembali
pelajaran yang baru saja di ajarkan oleh guru. Kalau sering mengingat kembali
apa yang diajarkan oleh guru setelah guru selesai mengajar, di jamin pelajaran
yang baru diajarakan akan masuk ke otak. Jika kamu mengobrol dengan teman
sehabis guru keluar, ini malah menyebabkan kalimat yang baru saja dijelaskan
guru, akan tercampur dengan kalimat obrolan kamu. Sehingga saat kamu mengingat
kembali apa telah yang diajarkan guru kamu, kamu akan lupa beberapa kata yang
telah di ucapkan oleh guru kamu. Akibatnya kamu juga akan kesulitan dalam
mengisi soal Esai.
Diam saja di kelas
masih kurang efektif. Kamu juga harus membiasakan mengingat kembali pelajaran
di rumah kamu. Saat kamu sedang tidak ada kegiatan, lebih baik kamu mengingat
kembali pelajaran yang diajarkan guru kamu.
8. Dengarkan penjelasan dari guru.
Belajar sambil mengobrol
sangat tidak efektif. Akibatnya kamu bisa tidak mengerti penjelasan guru,
dimarahi guru karena mengobrol, dsb. Jadi jika teman kamu mengajak kamu ngobrol
saat guru sedang menjelaskan, lebih baik kamu bilang dengan baik-baik kalau
kamu tidak mau di ganggu dulu. Dengan begitu teman kamu juga pasti mengerti.
Setelah guru keluar atau saat istirahat, baru kamu ajak teman kamu ngobrol.
Tetapi mengobrol yang secukupnya, agar penjelasan guru yang tadi dijelaskan
tidak lupa.
9. Berpikir cerdas.
Berpikir cerdas
merupakan berpikir kritis. Berpikir kritis adalah proses mental untuk
menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut bisa didapatkan
dari hasil pengamatan, pengamalan, akal sehat atau komunikasi. Misalnya, kisah
Sir Isac Newton ketika buah apel jatuh di sampingnya. Yang ada dipikirannya
adalah “Gravitasi”. Mengapa apel jatuh kebawah, bukan ke atas? Maka penemuan
ilmiah pun ditemukan bahwa “Bumi mempunyai gaya gravitasi sebesar G=9,81 m/s2”.
Berpikir cerdas
bisa berupa menganalisis kejadian, masalah, atau suatu hal yang masih perlu di
ketahui lagi. Contoh umumnya, “Dari mana saya berasal? Mengapa saya bisa hidup
di bumi ini?” kemudian dari pertanyaan-pertanyaan itu dicari informasinya yang
relevan. Bila sudah mengetahui jawabannya, kamu analisis jawaban itu benar atau
tidak, analisis mengapa dari jawaban itu bisa menjawab pertanyaan kamu. Inilah
yang disebut berpikir cerdas.
Jika pada saat
kamu menanyakan jawaban matematika kepada teman kamu , tetapi teman kamu tidak
menjelaskan caranya. Atau kamu mencontek jawaban dari teman kamu. Kemudian kamu
menganalisis jawaban yang telah kamu dapatkan. Misalnya seperti ini:
log 4 + log 25 = log 100 = log 10 pangkat 2 = 2
Lalu kamu
analisis 100 itu hasil dari 4 x 25. Kemudian 10 pangkat 2 itu hasil penyederhanaan
dari 100. Dan 2 itu merupakan nilai pangkat dari angka 10.
Sudah jelas
dengan belajar berpikir cerdas, kita bisa mengetahui suatu hal tanpa
menanyakannya kepada orang lain dengan hanya bermodalkan pengetahuan yang sudah
dimilki. Jika belum mengetahui jawaban yang kamu tidak ketahui, kita bisa
bertanya kepada orang lain, dan menganalisis kembali jawabannya.
10. Berani salah, dan belajar dari kesalahan.
Berani salah
ini sangat penting agar bisa menguasai mata pelajaran yang belum dikuasai. Bila
ingin belajar, berarti berani salah. Dengan salah, kita bisa belajar dari
kesalahan kita. Bila kamu menjawab pertanyaan dan jawaban itu salah, pasti kamu
akan mendapatkan jawaban yang benar. Kemudian jawaban kamu itu bandingkan
dengan jawaban yang benar. Apa yang berbeda dengan jawaban kamu. Jika kamu
sudah mengetahui kesalahannya, kamu tinggal membuat kesimpulan antara jawaban
kamu, dengan jawaban yang benar. Dengan cara ini kamu juga bisa belajar
berpikir cerdas.
11. Aktif di semua mata pelajaran.
Aktif di semua
mata pelajaran sangat penting jika kamu ingin menguasai mata pelajaran yang
kurang kamu kuasai. Aktif dalam belajar, temasuk cara agar bisa pintar di
berbagai mata pelajaran. Jika hanya aktif disatu mata pelajaran saja, tidak ada
gunanya kamu melakukan langkah-langkah diatas. Walaupun kamu rajin belajar,
suka bertanya, dan melakukan langkah-langkah diatas, tetapi hanya di satu mata
pelajaran saja, tetap saja kamu tidak bisa menguasai pelajaran yang lain. Untuk
itu, kamu perlu aktif di semua mata pelajaran. Jika kamu kurang menguasai
pelajaran Bahasa Inggris, ikutilah Ekskul English Club. Biasanya ekskul yang di
adakan oleh sekolah kamu, bisa menambah wawasan kamu.
12. Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain didasari
niat, kamu juga harus berdo’a agar apa yang kamu inginkan tercapai. Berdo’a
juga ada aturannya. Jika perlu, kamu juga boleh menjanjikan sesuatu kepada
Tuhan Yang Maha Esa agar do’a kamu semakin afdol. Semakin besar permintaan
kamu, maka semakin besar pula perjanjian yang perlu kamu lakukan. Misalnya,
kamu ingin mendapat ranking 1 dikelas, lalu kamu berdo’a seperti ini. (disini I’am mencontohkan untuk yang beragama Islam. Untuk
yang beragama nonIslam bisa menggunakan cara lain sesuai agama masing-masing)
“Ya Allah... saya memohon kepada engkau. Saya ingin bisa mendapatkan ranking 1 dikelas ya Allah... bila saya berhasil mendapat ranking 1, saya akan puasa Nazar 1 hari”
Ini berarti,
jika do’a kamu di kabulkan dan kamu berhasil mendapat ranking 1 dikelas, kamu
harus berpuasa Nazar 1 hari. Tetapi, jika kamu ingin menjadi siswa terbaik di
sekolah, kamu perlu menambahkan tingkat perjanjian kamu. Misalnya, kamu akan
puasa Nazar 3 hari. Peningkatan tingkat perjanjian ini dimaksudkan agar do’a
kamu menjadi semakin afdol. Seperti istilah “Seiring kekuatan besar, muncul
tanggung jawab yang besar” “Seiring do’a yang afdol, muncul janji yang besar”
hehehe... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar